diet vegetarian vs non vegetarian

Diet vegetarian Vs Non vegetarian

Diet vegetarian Vs Non vegetarian. Pengaturan pola makan yang baik merupakan salah satu kunci manajemen pengobatan berbagai penyakit. Dengan mengatur pola makan berarti melakukan tindakan pencegahan yang merupakan langkah lebih baik dibanding sekadar pengobatan. Sehingga investasi dalam hal kesehatan tubuh merupakan hal yang paling bijak yang bisa kamu lakukan dalam langkah menghargai hal terbaik yang kamu miliki.

diet vegetarian vs non vegetarian

Akhirnya, berbagai konsep pengaturan diet pola makan pun bermunculan. Salah satunya adalah menerapkan diet vegetarian. Demikian yang diungkapkan dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra.

Pria yang karab disapa dr Qimi ini menjelaskan, diet vegetarian atau vegetarianisme merupakan paham yang mengharuskan penganutnya mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman atau yang dikenal dengan istilah produk nabati. Sementara makanan yang berasal dari produk hewani dan turunannya tidak dikonsumsi oleh kaum vegetarian. Sehingga mereka harus memilih dan juga menganalisa setiap makanan yang dikonsumsi ataupun nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Dalam perkembangannya, dijelaskan Dr. Qimi, vegetarian dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelompok murni vegetarian / vegetarian, yaitu kelompok vegetarian yang hanya memakan produk sayur. Sementara produk hewan dan derivatif seperti keju, madu, dan sejenisnya tidak dimakan.

Ada juga kelompok lakto vegetarian, yang merupakan cara diet vegetarian yang masih ingin mengonsumsi susu, sedangkan daging, telur, ikan dan produk olahan tetap menyamakan kedudukan. Lacto-ovo-vegetarian kelompok, yaitu vegetarian yang ingin mengonsumsi telur dan produk susu dan kelompok fleksibel (semivegetarian), yaitu basis tetap vegetarian tetapi kadang-kadang masih ingin makan sedikit daging atau ikan.

Dikatakan, dengan menimbang manfaat besar dari diet vegetarian ini, ada sekelompok orang yang beralih ke pola ini. Mereka meyakini, bahwa pola ini sangat sehat karena bisa membantu menurunkan tingkat kolesterol LDL, menurunkan tekanan darah, membantu penurunan berat badan, dan mengurangi risiko terkena kanker usus. Jadi penyakit akibat gaya hidup seperti jantung, kencing manis, kanker dan lainnya akan semakin menjauhi mereka.

Kendati demikian, lanjutnya, secara medis diet vegetarian dapat menyebabkan terjadinya kekurangan beberapa zat gizi alias defisiensi nutrisi yang pada jangka panjang dapat mengurangi tingkat kesehatan dalam beberapa faktor tertentu.

Menurut QIMI seperti dikutip di klinik Mayo Amerika Serikat, setidaknya ada lima nutrisi yang harus dipenuhi ketika memutuskan untuk menjadi vegetarian. Yaitu, asupan protein (untuk kesehatan kulit, tulang, otot, dan organ), kalsium (untuk membantu dan menjaga kesehatan gigi dan tulang), vitamin B 12 (untuk menghasilkan sel darah merah dan mencegah anemia), besi (untuk pembentukan sel darah) merah) dan seng (untuk proses pada tingkat sel dan formasi protein).

“Jadi, kata kunci untuk diet vegetarian yang sehat adalah melakukan menu diet yang cukup dan bervariasi sebagai upaya untuk mencegah defisiensi gizi,” jelasnya.

Dengan demikian, tambahnya, diet vegetarian harus memilih jenis yang seimbang sehingga mendapat manfaat positif yang masih lebih besar dibanding risikonya bagi kesehatan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *