Karuizawa Jepang Berubah Sesuai Pergantian Musim. Begitu keluar stasiun, keliatan tuh arena bermain sky … yup kalau dah musim salju, Karuizawa ini memang tempat main sky yang cocok, saljunya bermeter meter dan konturnya pegunungan

Karuizawa Jepang Berubah Sesuai Pergantian Musim

Dihari hari terakhir di Jepang, suami mengajak saya untuk berlibur ke Karuizawa. Sebuah kota yang terkenal dengan sebutan Ginza nya Nagano. Kenapa disebut Ginzanya Nagano??? Cekidotin terus dong wisataseru hehee

Karuizawa sendiri masih terletak di prefektur Nagano, tapi dari tempat saya di Nagano city, masih jauh sekali. Naik kereta masih butuh waktu sekitar 1,5 jam dan kalau naik shinkansen sekitar 30 menitan. Mayan jauh kan .. ongkosnya juga mayan mahal, naik kereta biasa ongkosnya adalah 1590 yen sekali berangkat/ 1 orang, jadi kalau PP yang tinggal dikali 2 saja. (1 yen sekitar 115 rupiah). Kalau naik shinkansen harganya jadi 2 kali lipat. Hm… jadi karena kami bukan dalam keadaan terbirit birit, ya cukup naik kereta yang murmer sajah hehehe …

Hm … memang sungguh disayangkan, sudah jauh jauh ke Karuizawa, saya hanya sempat mampir di Prince Shopping Plaza nya saja. Tapi ya mau bagaimana lagi, kondisi badan yang tengah berbadan dua ini memang ngga memungkinkan saya untuk bergerak cepat, apalagi berjalan kaki terlalu jauh dan lama. Tapi sungguh sangat menyenangkan dan memuaskan. Karena tempat ini benar benar bagus dan toko toko yang ada pun juga menjual barang yang bagus bagus dan saking bagusnya sampe ngga mampu belanja banyak wakkaakkaka … abisnya semua yang disini serba barang bermerek.

Bagian dalam Prince Shopping … oya yang lucu disini banyak orang jalan jalan ama peliharaannya si guk guk … nyebelinnya guk guk ini dikasih keranjang dorong kayak baby gitu wkakaka … gilaaa, anjing disini dimanja banget

Oyaaa mau cerita dulu nih .. Karuizawa ini merupakan kota yang pernah digunakan untuk olimpiade baik pada musim dingin mau pun saat musim panas. Yup … cocok untuk diadakan berbagai macam acara, karena kota ini memiliki 4 musim yang sempurna, jika panas maka akan terjadi panas membara (musim panas, pemandangan disini dipenuhi dengan tanaman hijau yang subur) dan jika salju maka salju akan bertumpuk bermeter meter (pemandangan pun berubah menjad putih bersih), lalu jika musim semi disini ada banyak taman yang tentunya akan bermekaran bunga bunga yang indah (pemandangan akan dipenuhi dengan warna romantis sakura), plus jika musim gugur tiba maka pemandangan pohon dengan daun berwarna warni akan mudah kita jumpai (pemandangan jadi penuh warna merah, hijau dan kuning). Indahnya Karuizawaaa.. danau di karuizawa prince shopping … indahnyaaaa

Karuizawa Jepang Prince Shopping Plaza

Oke kita menuju pada apa yang terjadi pada liburan saya ya … jadi sekilas tentang prince shopping ini, ia merupakan sebuah lokasi yang tepat berada di samping stasiun karuizawa. Jadi pokoknya begitu keluar dari stasiun, ya yang akan anda jumpai pertama kali adalah prince shopping plaza ini. Cukup luas menurut saya … konsepnya sih agak agak mirip ama Bandung gitu ya .. jadi sepanjang mata memandang itu berjajarlah outlet outlet penjual fashion. Bedanya, disini sangat bersih dan tertata heheee… 1 biji sampah pun ngga akan kita jumpai di jalanan. Pun penjual emperan juga tak ada disini. Semua serba tertata sangat rapi.

Karuizawa Jepang prince shopping plaza

Selain bersih dan rapi, daerah prince shopping ini juga di kelilingi oleh alam yang sangat indah. Tak cuma ada taman taman yang luas dengan pepohonan rindang untuk berteduh. Tapi juga dipercantik dengan sungai sungai kecil yang mengalirkan air jernih. Banyak loh orang yang memang sengaja datang ke sini hanya untuk menikmati kesegaran dan keindahan alamnya saja.

Pengalaman berbelanja di Karuizawa Prince Shopping Plaza


Nah outlet outlet itu kira kira ada : Nike, Adidas, BLV, Louise Vuitton, Donna Karan, Channel, Burberry, Ocean Pacific, Oakley dan masih banyak puluhan outlet bermerek lainnya. Yang jelas untuk ukuran dompet eke ini yaaaa kurang bersahabatlah hahahaa… jadi selama 5 jam disini, kita cuma beli jaket ama sepatu aja dari outletnya adidas plus makan enak di restaurant Chinese food. Hmmm cuma begitu aja kita udah habis sekitar 2 juta rupiah. Hadeeehhh puyeng dah kepala !!! oyaaa tuuhhhh pas pulangnya jaket baru langsung saya pakai :p yang warna merah muda itu … bagus ga???

Yang special lagi dari Karuizawa ini, jika musim panas tiba, banyak toko yang men-sale barang dagangannya. Tapi karena saya datangnya pas lagi peralihan ke musim gugur, jadinya toko yang memberikan diskon tidak terlalu banyak. Ada sih, saya juga dapat selebaran untuk toko yang menjual merek coach, diskon 30 – 50%. Tapiiii udah didiskon 50% juga saya lihat harga barangnya masih 3 jutaan rupiah … hadeh … yaaa daripada beli tas 1 biji 3 juta rupiah, yaaa mending kalau saya sih dibuat beli makanan aja deh :p bisa 5x makan enak di resto mewah tuh hohohoooo…

Apalagi, menurut hemat saya … ngapain beli barang barang bermerek seperti coach, channel, LV, BLV dll ituuu … sampai di Indonesia, kalau saya yang makai mah nanti dikira barang mangga dua … gggrrrrr kan males banget toh!!! Kalau yang makai anaknya milyuner sih, beli di mangga dua juga dikira asli, lah kalau kite kite ini??? Beli asli juga dikira mangdu, paling banter dikira orang kita beli bekas atau dikasih hibah dari orang lain wakakakka …. just kidding … peace … Karuizawa Jepang Berubah Sesuai Pergantian Musim.

Outlet di karuizawa Jepang prince shopping plaza

Oya … serunya lagi di karuizawa ini, jika diluar musim panas, beberapa toko suka memberikan diskon selama 1 atau beberapa jam tergantung maunya toko. Biasanya sih, begitu diumumkan “Silahkan masuk dan belanja yang banyak. Semua barang sedang diskon …%. Hanya sampai jam … “ . Udah deh tuh toko pasti langsung mayan banyak pengunjungnya. Seperti saat saya beli jaket dan sepatu adidas ini, paaassss banget pas lagi diskon. Beruntung!!!

Pertama kali datang, sebetulnya kami sudah masuk ke toko ini, tapi kami ngga beli apa apa. Lalu pas mau pulang balik ke stasiun (adidas ada diujung deket stasiun sebelah nike), misua ngajak mampir sekali lagi, “Masak sih udah jalan 5 jam ngga beli apa apa? Yuk beli apa gitu di adidas”. Begitu masuk, tiba tiba ada karyawan yang teriak teriak diskon diskon gitu. Jiaaaahhhh langsung semangat dah ubek ubek toko dan dapet barang langsung bayar 15 menit sebelum diskonan bubar. Mayan … diskon 30%. Terus biasanya beberapa model yang ada di luar negeri, kan di Indonesia ngga ada.

Tentang Karuizawa Jepang

Nah berhubung saya cuma pernah muter muter di daerah sekitar stasiun Karuizawa saja, ni buat yang besok besok pengen ke Karuizawa, biar liburannya lebih lengkap, saya kasih panduan wisatanya. Saya sendiri dapat panduan ini dari stasiun Karuizawa. Biasa ngambil majalah gratisan heheee …

suasana kota karuizawa …pegunungan itu, warnanya akan berubah ubah sesuai dengan musim … sekarang ni musim panas ke musim gugur, warnanya sudah mulai kemerah merahan dan kuning dengan masih ada sisa hijau .. nanti musim dingin warnanya akan jadi putih

DAERAH SHIN, KYU-KARUIZAWA

Karuizawa Shaw Memorial Church : Ini merupakan gereja pertama yang ada di Karuizawa dan dibangun oleh sekeluarga Canadian missionary. Tiap 1 agustus, ditempat ini  diadakan festival.
Kumoba Pond : sebuah danau yang diberi nama “Swan Lake” oleh orang asing. Tempat ini direkomendasikan untuk didatangi saat musim gugur. Mengapa??? Yak arena saat autumn anda akan dapat melihat perpaduan danau dengan daun yang berwarna warni yang tumbuh disekitar danau. Untuk menikmati danau ini sendiri kira kira dibutuhkan waktu 25 menit .. wooww mayan besar toh danaunya.
Kyu-Karuizawa main street : Ini dia lokasi yang disebut sebut sebagai Ginzanya Nagano. Sejak dahulu, tempat ini memang dipersembahkan bagi para turis yang ingin berbelanja. Kunjungan paling ramai tentu pada saat musim panas. Karena jika musim dingin, Karuizawa memiliki hawa yang sangat dingin. Maklum disini juga merupakan tempat orang orang bermain sky saat musim salju tiba.
Mampei Hotel : Beroperasi pada tahun 1894, merupakan hotel tertua di kanazawa. Sekarang ini seolah menjadi landmark nya kota karuizawa.
Kyu-Mikasa Hotel : ini merupakan hotel dengan konstruksi western style yang kini menjadi asset cukup penting bagi karuizawa. Selain unik dan memiliki kesan yang beda, hotel ini juga tergolong tua, yaitu telah beroperasi sejak tahun 1906.
Kumanokoutai Shrine : Tempat sembahyang orang Jepang ini telah berdiri sejak tahun 1657 dan menjadi salah satu aset penting juga di daerah karuizawa. Layak untuk dikunjungi jika anda ingin merasakan nuansa shaydu di Jepang.
Winter Illumination : sejak awal November sampai dengan Natal, area ini tiap malamnya akan diwarnai oleh illumination atau lampu lampu berwarna warni yang menggambarkan bentuk natal yang sangat indah. Selain pertunjukan lampu yang memukau, disini juga ada singing chrismast tree.

DAERAH NAKA KARUIZAWA

Shiraito falls : meski air terjun ini hanya memiliki tinggi 3 meter namun ia memiliki keistimewaan lebar yang mencapai 70 meter.
National karuizawa wild bird forest : kurang lebih sekitar 5 menit dengan menggunakan mobil dari naka karuizawa Wild bird forest ini memiliki luas 100 hektar dengan di dalamnya terdapat berbagai macam jenis burung liar.
Japanese Elm Terrace : tempat shopping yang dipercantik dengan pohon pohon elm dan juga ada Senga Waterfall, Ichimura Memorial. Lalu ada juga Yu River dan Yu River Village Park.

taman di area karuizawa prince shopping plaza

DAERAH MINAMI KARUIZAWA

Karuizawa Prince Shopping Plaza : tempat shopping dengan jumlah toko kurang lebih 200an outlet. Nyaris semuanya merupakan merek merek terkenal. Selain toko fashion juga dilengkapi dengan resto resto dengan harga terjangkau sampai yang berkelas. Selain itu juga ada lake garden, karuizawa prince skiing course, golf course dan horseback riding.

DAERAH SHIOZAWA

Disini ada Lake Shiozawa yang menarik untuk dikunjungi tiap musimnya. Karena pada tiap musim (di Jepang ada 4 musim), panorama sekitar akan berubah dengan pemandangan yang khas tiap musim. Selain itu juga ada  The Hertz Toy Museum, Picturesque Garden, SCAP Karuizawa, Karuizawa Olympic Commemorative Hall dan Karuizawa Town Botanical Garden (di town botanical garden ini terdapat 1600an macam pohon dan bunga. Luas taman ini sendiri sekitar 2 hektar)

DAERAH OIWAKE

Disini ada Tatsuo Hori Memorial of Literature, Oiwake-jyuku Kyodokan, Oiwake Crossroads, Shinano-Oiwake Magoutadochu Festival (diadakan tiap akhir Juli, pada festival ini orang orang menggunakan baju samurai seperti pada zaman Edo – festival ini adalah untuk mengingat sejarah di area sekitar sini)

Karuizawa Jepang Berubah Sesuai Pergantian Musim.

SELESAI

Heheehheee ya kira kira inilah sedikit ulasan buat anda yang ingin ke Karuizawa Jepang. Ngga nyesel deh main ke mari … saya meski cuma sempet datang ke 1 lokasi aja udah seneng banget … moga moga suatu saat ada kesempatan untuk kesana lagi dan mengunjungi semua daerah daerah yang disebutkan di majalah promo tersebut semuanya … pengeeeennn … oyaaa di saat christmas begini, disana katanya indah banget … penuh dengan illumination / lampu warna warni bertajuk natal.

Wisata Kerajaan Sumedang Larang. Siapa bilang Sumedang cuma punya Tahu yang asli nagihin banget!!! pengen mode on* … Karena Kota Sumedang juga punya banyak situs sejarah yang layak sangat untuk dikunjungi. Mengapa??? Tentunya karena Sumedang dulunya adalah sebuah Kerajaan Besar yang Pemimpin Pemimpinnya banyak menorehkan banyak prestasi untuk kemakmuran rakyatnya. Hebohnya lagi, peninggalan peninggalan kerajaan itu pun masih tertata rapi dalam sebuah museum yang di wakafkan … jadi ngga boleh ada perpindahan tangan terhadap barang tersebut. Ini juga merupakan salah satu bukti hebatnya pemimpin di Sumedang dalam menjaga sejarah kotanya.

kerajaan sumedang larang

Pada tahun 2010 kemarin, saya berkesempatan untuk berwisata ke Sumedang … hahaha udah pasti tujuan pertama ada Tahu Bungkeng. Namun setelah itu mulailah saya bergerilya bertanya tinyi tentang wisata di Sumedang pada pihak hotel yang kuinapi

Museum Prabu Geusan Kerajaan Sumedang Larang

tampak depan museum – dulu juga menjadi area tempat tinggal bupati di masa kolonial belanda

Waaah ternyata dekat hotel menginap, dekat sekali … terdapat museum yang menceritakan tentang jejak sejarah Sumedang. Ternyata dulunya, kota kecil yang di Jepit Bandung dan Garut ini dulunya adalah sebuah kerajaan besar bernama Sumedang Larang. Disebut sebut ia menguasai hampir seluruh daerah Jawa Barat  bahkan sampai ke Depok.

Yaa .. untuk cerita dari segede itu mengapa mengerucut jadi sepetak kota yang tak terlalu luas, ada kisahnya dibuku yang aku beli di museum tersebut … tapiiii kok ya panjang untuk dibaca hehehee … jadi lebih baik cerita tentang apa yang kulihat aja deh …

Jujur inilah pertama kalinya saya terpukau pada sebuah museum!!! Sungguh bagus sekali .. selain memiliki cerita dan sejarah yang lengkap dan detail, barang barang yang di pajang di museum semuanya asli dan nyaris lengkap utuh dan tidak rusak apalagi di makan rayap.

Wewww .. seperti benar benar sedang kembali ke masa lalu. Oya, yang bikin mata sumringah itu adalah ketika kita masuk ke sebuah ruangan yang mana di dalamnya terdapat barang barang berharga milik kerajaan. Mulai dari mahkota dan perhiasan emas milik kerajaan dan keris keris bersejarah yang digunakan oleh tokoh tokoh kerajaan, hingga peralatan peralatan makan yang terbuat dari perak dengan sentuhan desain eropa yang unik cantik.

ruangan yang dipenuhi benda berharga terbuat dari logam, mulai dari mahkota emas hingga keris kerajaan dan juga perlengkapan makan dari perak

Barang barang tersebut sungguh sangat mewah dan benar benar seperti yang ada di film film. Mahkotanya indah sekali … perhiasan perhiasan seperti yang diletakkan dilengan dll .. bener bener indah ukirannya …

Bagaimana ya kok bisa benda benda ini masih dalam keadaan kinclong dan terawat sekali??? Oooww ternyata setiap akan datang Hari Maulud Nabi Muhammad SAW, seluruh pusaka yang berjumlah 7.621 benda ini, disucikan. Breeewww saking banyaknya, untuk menyucikan dibutuhkan waktu 10 – 11 harian.

Oya, benda benda yang disucikan tersebut bukan hanya keris, gamelan dan benda benda logam lainnya, tapi juga termasuk kereta Kencana Naga Paksi yang mana kereta ini tidak ditarik oleh kuda, tapi oleh manusia. Katanya sih ini sebagai simbol bahwa pemimpin Sumedang Larang memang dipilih oleh rakyat dan dicinta rakyat. Bukan terpilih semata mata karena kekuasaan saja.

Yuuukk .. jika ke Kerajaan Sumedang Larang, pliiisss jangan dilupakan mampir ke Museum yang mengagumkan ini. Oya dimuseum ini juga kerap diadakan pelatihan pelatihan seni dan budaya. Ketika saya kesana, sempet ikutan juga nyobain belajar tarian khas daerah sana. Heheheee …

Cadas Pangeran Sumedang

Hm .. kalau ini sih sebetulnya bukan suatu tempat wisata yach, tapi suatu tempat yang menyimpan sejarah dan cerita betapa pemimpin Sumedang berani melawan perintah koloni Belanda demi kelangsungan hidup rakyatnya.

(huaaaa maaf sebetulnya di garis ini aku mau menampilkan foto lukisan pangeran dan daendels di cadas pangeran dimana pangeran menodongkan keris ke daendels -lukisan ini ada di dalam museum … tapiii apa daya fotonya ternyata tertinggal di komputer di rumah di banyumas … aduh maaf jadi ngga tertampil deh)

Siapa yang tak kenal Gubernur Jenderal William Daendels yang terkenal dengan proyek pembangunan kerja paksa jalan pos antara Anyer hingga Banyuwangi tersebut??? Dimana dalam pembangunan jalur tersebut ribuan nyawa penduduk pulau Jawa banyak bergelimpangan. Yaaa … Sumedang ternyata juga masuk dalam lintasan proyek tersebut dan medan yang harus dibangun tersebut adalah kawasan yang sekarang disebut cadas pangeran itu.

Doooeeenng!!! Melihat sudah jadinya aja kebayang medan yang sangat sulit yach, apalagi dulu waktu masih gunung gunung berundak dan harus dibuat menjadi jalanan yang rata begini .. hmmm pantas disini juga terdapat banyak rakyat jadi korban.

Hingga waktu yang ditentukan, ternyata jalanan tersebut belum selesai. Yaaaa tentu sangat susah untuk meratakan gunung cadas dengan peralatan yang seadanya. Kemudian Daendels datang memantau dan memerintahkan Pangeran Kusumadinata (Bupati saat itu) yang akhirnya sekarang dikenal sebagai Pangeran Kornel untuk mengerahkan rakyat lebih banyak lagi dan bekerja lebih keras lagi.

Namun Pangeran Kornel yang tak tega melihat rakyatnya menderita dan banyak menjadi korban keganasan gunung cadas tersebut, langsung memberikan perlawanan. Namun caranya halus, yaitu ketika Daendels menyodorkan tangan kanannya untuk mengajak bersalaman, Pangeran Kornel justru menyambutnya dengan tangan kiri dan tangan kanannya memegang keris Nagasastra (keris ini juga tersimpan utuh dan kinclong di museum prabu geusan).

Sikap Pangeran ini membuat Dandels marah awalnya. Namun dengan pembawaanya yang karismatik, Pangeran Kornel berhasil menjelaskan mengapa ia bersikap demikian dan Daendels pun berbalik sikap menjadi kagum pada sang Pangeran yang berani melawannya demi rakyatnya tersebut. Dandels pun kemudian memerintahkan pasukan zeni belanda untuk membantu pembangunan jalan tersebut dan akhirnya jadi pada 12 maret 1812 dan rakyat memberinya nama Cadas Pangeran. Kerajaan Sumedang Larang.

Peninggalan Instalasi Militer Hindia Belanda

Sumedang juga memiliki benteng benteng yang digunakan sebagai benteng pertahanan ketika pemerintahan Belanda. Benteng benteng tersebut adalah Benteng Gunung Gadung, Benteng Gunung Palasari, Benteng Gunung Kunci dan juga ada Bendung bernama Bendung Cipeles Ragadiem.


Weeeww  tapi karena keterbatasan waktu, saya ngga sempet kunjungi semua. Saya cuma datang di Benteng Gunung Kunci, yang lokasinya ngga terlalu jauh dari Hotel juga hehehe … strategis bener nih hotel …

Benteng Gunung Kunci ini dibuat sekitar tahun 1914 – 1917. Di bangun di atas lahan seluas 4,6 hektar di Bebedahan, kelurahan kota kulon, sebelah barat alun alun kota. Jaraknya sekitar 1 km dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten  Sumedang. Yup dari sini kita bisa melihat alun alun Sumedang dengan sangat jelas.

Oya .. kenapa dikasih nama Benteng Gunung Kunci??? Karena ada lambang kunci di pintu masuk benteng tersebut … hahahaa ini hanya asumsi saya .. untuk cerita dibalik kenapa ada lambang kunci saya juga ngga tahu heheee…

Yang jelas, masuk ke dalam benteng ini, saya sempet berdiri bulu kuduknya … wew bukan lantaran ada cerita seram, tapi karena saya takut gelap hahahaa … seperti halnya benteng benteng di kota lain di Indonesia, benteng ini memiliki suasana angker dari segi aroma dan bangunan yang runtuh bin kotor dan sesekali ada becek disana sini… aaaawwww!!!

Tapi cukup luas yach … setelah dihitung hitung (hahahahaaa padahal ya liat buku diktat) luas bangunan ini ternyata 2.600 meter persegi dan ditambah dengan gua dan bunker sekitar 450 meter persegi. Gede yach …. bangunan ini dilengkapi dengan kubah meriam dan senapan mesin.

Bersama penjaga museum yang kuculik untuk mengantar ke gunung kunci Kerajaan Sumedang Larang

Ceritanya nih, pada masa revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan, benteng ini sempat diserang tentara belanda dengan menggunakan pesawat F15 Mustang. Canggih!!! Ngga ada korban loh .. cuma mungkin ini ada beberapa bangunan yang roboh, mungkin karena serangan tersebut yach .. ngga tahu juga .. pokoknya dalam benteng ini ada bagian yang hancur lebur tinggal pilar pilarnya ajah.

Oyaa … jalanan menuju ke Benteng ini, masih alami hutan gitu … dan dikasih jalur oleh pemerintah setempat sehingga kawasan ini banyak dijadikan warga untuk tempat lari pagi atau sore … yaaa segar udaranya …

Curug Sindulang Kerajaan Sumedang Larang

Terus terang aku kok agak lupa yach nama curug yang aku datangi itu .. tapi kayaknya bener namanya curug sindulang. Yang jelas lokasinya jauh banget dari hotel tempat aku menginap, sekitar 40menitan kali. Kayaknya itu juga udah nyaris keluar kota kalau ngga salah.

curug sindulang yang indah jika benar benar dikelola dengan baik

Sejujurnya, curug tersebut indah … tapi, sayang … sangat tidak terawat. Banyak gubuk gubuk usang nemplok di sudut sudut lokasi … hiks kata penduduk sih, itu adalah gubuk mesum … yaaa aku sih berharap aku dibohongi atas fakta tersebut … soalnya kasian banget tempat yang harusnya indah ini harus dikotori dengan gubuk mesum yang kalau mendingan dikelola sekalian jadi pondok pondok yang agak bagusan gitu yach .. jadi biar mau mesum juga ngga merusak pemandangan …

Terus … kekecewaan ke dua adalah tidak adanya kantin!!!! aje gileeeee kita kesini belum makan cuiiii .. lapaaaarrr!!! Abis dari Gunung Kunci kita langsung kemari karena mikir di tempat wisata pasti ada dong kantin meski kecil kecilan … Tapiiii Gile kantin mie instan aja ngga ada looohhhhh …. padahal di papan petunjuk ada tulisan kafetaria .. letaknya di ujung dunia di atas sono .. demi lapar yang melanda, kudaki batu batuan yang menanjak ke atas tersebut untuk sebuah nasi bungkus yang akan menghangatkan badan … ternyata setelah 20 menit berjuang naik keatas, TUTUP!!! Dong dong dong… ternyata kafetaria tersebut cuma buka saat ramai pengunjung saja hiks ..

Sambil tetap berusaha menikmati wisata ini … kuperhatikan sekeliling … ternyata disana ada taman bermain untuk anak anak .. tuh kan sebetulnya udah tertata rapi loh tempat wisata ini, sayang ngga dikelola dengan baik … soalnya tuh permainan anak anak juga udah pada karatan hiks … ya ampuuuuunnnn mbok ya tempat wisata negeriku yang indah ini dikelola lebih baik yach .. moga moga nanti kapan kalau kesana lagi, kondisinya udah lebih baik

perjalanan menuju ke benteng gunung kunci

Berakhirlah wisataku di Sumedang

Curug ini menjadi akhir dari perjalanan wisataku di Sumedang … karena selanjutnya yang terjadi hanyalah wisata kuliner hihiiii … lagi lagi mampir ke Tahu Bungkeng dan lalu makan di Rumah Makan Joglo yang keren abis … wooowww … nice Sumedang … rindu untuk kesini lagi menikmati makanan makanannya yang enaaaak …

Pantai Siung Gunung Kidul Yogyakarta. Bebatuan kapur umumnya tidak bisa disebut tinggi, bahkan tak sampai satu tali untuk menuntaskan jalur-jalurnya. Namun karena berdiri terpencar-pencar di bibir pantai menjadikannya karang yang sangat tajam serta licin, cukup membuat jemari perih hanya dalam waktu singkat dan yang terjelek angin pantai yang basah mudah menjadikan pengaman berkarat hingga membahayakan pemanjat bila tak berhati-hati.

Pantai Siung Gunung Kidul Yogyakarta


Memutuskan bepergian dengan angkutan umum di musim liburan sekolah rupanya menjadi keputusan yang merepotkan. Apalagi bila kita tidak merencanakannya dengan baik, membeli tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Bisa ditebak, ditolak berbagai perusahaan otobis antar kota antar propinsi seakan menjadi awal yang buruk untuk memulai perjalanan panjang. Namun karena tak mungkin lagi mundur dan hitungan cuti sudah dimulai, mau tak mau cari pilihan yang ada. Semangat keterpaksaan  sepertinya menjadi pilihan yang mau tak mau mesti dilakukan.

Bus milik pemerintah itu tak bisa lagi dibilang muda, dengan cat terlihat kusam dan rontok di beberapa bagian tubuh rentanya, karatan di setiap sambungan dan sudutnya  serta kaca bolong dengan tambalan triplek di beberapa bagian seakan ingin mengatakan bila bus itu sepertinya tak layak lagi diberangkatkan apalagi dengan perjalanan jarak jauh yang akan kita tempuh. Jogja jack…. Jogja. Namun entah mengapa sang montir yang saya tanya saat menservisnya sesaat sebelum keberangkatan dengan begitu meyakinkan mengatakan bahwa bus DAMRI kebanggannya itu tak bisa dianggap remeh, dia bahkan berani menjamin perjalanan 12 jam ke depan pasti sampai di tujuan. Bodo deh yang penting nyampe, dalam hati.

Aman sih memang, tapi dengan tiket yang bisa dibilang sangat murah, 45 ribu rupiah, perjalanan Bogor-Jogja sepertinya menjadi malam yang sangat panjang dan melelahkan. Bayangkan saja, tubuh berkeringat kegerahan disaat macet, bocor di saat hujan dan pengap saat ada penumpang yang pura-pura bodoh dengan merokok di dalam bus, menjadikan perjalanan sebuah siksaan dibandingkan dengan rekreasi.

Namun semangat petualangan ternyata mengalahkan semuanya. Pagi-pagi saat matahari baru saja menghangatkan tanah, kami tiba di jogja dengan muka  hitam akibat debu, alhasil jerawat muda baru pun tumbuh mengiasi muka-muka lelah. Penyiksaan yang panjang itu tak juga berakhir, dengan menumpang bus trayek Wonosari yang juga murah sekitar 3000 rupiah, Jogja-wonosari ditempuh hanya sekitar 2 jam perjalanan kalo tidak salah ingat. Akhirnya Karena lelah yang amat sangat, kami menyewa sebuah mobil untuk mengantarkan ke tempat dimana rencana cuti saya bakal dihabiskan.

Pantai Siung Bikin Lupa Diri

Sepanjang perjalanan menuju pantai Siung sungguh membuat hati terhibur. Hamparan batuan kapur di kiri kanan jalan menyembul diantara pepohonan jati menjadi obat penghilang rasa lelah dan ngantuk akibat perjalanan yang menyiksa. Apalagi saat tiba di ujung jalan aspal hotmix itu, saya seperti terperangah saat melihat batuan kapur cokelat kemerahan berdiri beriringan, berjajar dan berundakan seperti menantang untuk ditaklukan. Seperti lupa akan penat, tak peduli lagi dengan makan siang, saya memutuskan membawa semua peralatan, dan sore itu 5 jalur sport di blok A langsung selesai dituntaskan tanpa banyak masalah. Padahal cape, ngantuk, lapar dan pegal sebelumnya menjadi penyakit kami selama di perjalanan.

Manjat, Makan, Tidur dan Manjat

Manjat, makan, tidur dan manjat lagi sepertinya hanya itu pekerjaan yang kami lakukan selama hampir satu minggu. Hanya pergi dari satu tebing ke tebing lain membuat sejumlah mahasiswa kehutanan UGM yang saat itu juga numpang tidur di rumah mbah Wasto tempat kami menginap keheranan.

Mereka sempat bertanya, bagaimana empat orang asal Bogor yang ngakunya sedang liburan ini tak pernah mencoba pergi ke tempat lain selain hanya manjat dari jalur ke jalur dan dari tebing-tebing yang berderetan di sepanjang pantai Siung saja. Ya… mungkin karena  memang tekad kami datang ke Siung hanya untuk menuntaskan jalur-jalur sport yang ada membuat kami (dengan sangat menyesal) mengacuhkan berbagai pilihan lokasi wisata yang mereka tawarkan. Padahal mereka sudah sangat baik lho menawarkan motornya untuk kami pinjam barang sebentar untuk sekedar bepergian keluar melihat pemandangan selain batu, batu dan batu.

Oh iya, Saat kami datang di pertengahan tahun 2006 (kalo tidak salah, maklum dah lama) di pantai Siung baru ada 60 jalur sport dengan tingkat kesulitan bervariasi. Namun  karena sejumlah jalur sangat sulit dituntaskan dengan tingkat kesulitan diatas 5.13 (jalur sangat sulit) dan diantaranya berdiri di tubir pantai menjadikan pengaman yang sudah terpasanag tak mungkin lagi digunakan. Makanya ga heran, hampir satu minggu disana kami hanya mampu menuntaskan 40 jalur saja. Dari  mulai tingkat kesulitan moderat (5.9) hingga kelas sulit (5.12) dari yang panjang lintasannya hanya 5 meter hingga 13 meteran.

Saat saya membuat tulisan ini, konon di Siung  sudah ada 120 jalur sport, dengan perbandingan satu minggu 40 jalur, berarti bila anda ingin menuntaskan semua jalur yang ada setidaknya ambilah cuti 3 minggu tanpa pergi dan melakukan aktivitas lain kecuali hanya untuk manjat, makan, tidur dan manjat.

Jalan menuju Tebing Pantai Siung

Tebing Siung masuk dalam wilayah DI Yogyakarta. Tepatnya di desa dusun dawet purwodadi  kecamatan tepus kabupaten gunung kidul atau sekitar 70 km tenggara kota Yogyakarta. untuk menjangkaunya sangat mudah. Pertama tentu kota Jogja menjadi persinggahan utama, kemudian terminal Wonosari menjadi tempat transit dan terakhir menyewa angkutan atau naek ojeg bisa menjadi pilihan. Yang penting sesuaikan dengan kantong dan barang bawaan anda. Dan yang paling penting di ingat, Jangan lupa untuk memesan angkutan penjemput pada hari kepulangan anda karena tidak selalu ada angkutan datang ke lokasi ini.

Untuk menginap anda bisa numpang di rumah Mbah Wasto. Rumah dibibir pantai ini juga memiliki warung sehingga untuk makan tak usah repot-repot masak, tinggal pesan saja menu yang anda mau setiap hari maka hidangan tersaji pada waktunya. Mungkin untuk sedikit menghemat waktu, sebaiknya anda makan siang di kaki tebing saja dengan membawa kompor untuk memasak sehingga anda tak perlu bolak balik buang-buang waktu pulang ke rumah si mbah.

Jadi bagaimana, tertarik menghabiskan liburan panjang anda? Tak perlu jauh-jauh ke Thailand untuk memanjati jalur panjat dalam jumlah banyak di tepian pantai karena kita punya tebing Siung yang menanti dieksplorasi. Selain murah, anda juga tentunya bisa berbagi rezeki dengan saudara-saudara kita di pedesaan. Selamat bertualang dan temukanlah hal-hal baru yang akan mewarnai hidup anda.

Desa Tongging Danau Toba. Matahari baru sepenggalan saat pesawat Hercules tinggal landas dari bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. Pesawat angkut yang sudah renta karena dibeli pada jaman Jendral M Jusuf itu penuh dengan penerbang gantole dan paralayang dengan tujuan akhir— Medan.

Desa Tongging Danau Toba

Sedikit Tentang Pesawat

Setelah transit di Padang dan sebelumnya berangkat dari Malang, pesawat dengan nomer A-1305 mendarat di Lanud Medan, rencana mengangkut penerbang paralayang asal Pekanbaru pun batal, kelebihan muatan menjadi alasan. Sedikit saja bercerita soal pesawat angkut berbadan bongsor ini kawan, semua pesawat buatan Lockheed Amerika yang dibeli oleh Jend. M Yusuf nomer serinya bila dijumlahkan nilainya pasti menjadi 9 dan inilah yang menjadi ciri khasnya. Berkat jasa Jendral asal Makassar ini Indonesia memiliki dua skuadron pesawat Hercules, di Lanud Halim Jakarta dan di Lanud Malang Jawa Timur.

Di Lanud Medan, dua kelompok penerbang berpisah. Gantole menuju Hutaginjang  sedangkan paralayang ke desa Tongging. Saya sendiri termasuk kelompok paralayan yang menuju ke desa Tongging yang terletak di kecamatan Merek kabupaten Karo Sumatera Utara. Setelah 4 jam perjalanan melalui Sibolga, keindahan dan kesederhanaan desa di tepian danau toba ini mampu menyihir mata dan memikat hati para penerbang.

Pemandangan Bukit Mauli – Desa Tongging

Kabut baru saja merambat naik, saat Dodo pilot asal Malang bersama kelompok penerbang pertama menginjakan kakinya di lokasi launching bukit mauli. Berdiri bersebelahan dengan air terjun si piso-piso, bukit Mauli memberikan panorama tak terbantahkan. “keren, keren banget… kalo begini bisa betah kita terbang di sini” begitu sahut-sahutan para penerbang di Handy Talkie.

Bukit dengan tinggi 1426 meter diatas permukaan laut ini memang ideal menjadi lokasi penerbangan. Dengan kemiringan yang cukup, angin yang mengalir tanpa hambatan di tengah-tengah pelukan bukit di kiri dan kanan, menjadikan payung anda mudah sekali mengembang dengan sempurna.

Terbang di Tongging juga sangat mengasyikan, meski hanya berjarak 1.8 km antara launching dan landing namun dengan beda ketinggian hingga 511 meter memberikan jarak yang cukup bagi setiap pilot untuk bermain. Bayangkan bukit gantole di puncak yang hanya 250 meter saja sejak dulu menjadi tempat favorit berlatih. Sedangkan di sini tingginya hampir dua kali lipatnya.

Rata-rata bila kita terbang biasa saja tanpa banyak usaha untuk mempertahankan ketinggian, setidaknya setiap penerbang bisa mengangkasa minimal10 -15 menit. Kereen kan?….

Dibuai Indahnya Alam Desa Tongging

Untuk lebih jelasnya berikut data lengkapnya, catat ya!

– Launching bukit mauli: 1426 m dpl, koordinat: N 02 54’ 25.8” E 098 31’ 01.2”

– Landing tepi danau toba, desa tongging dekat wisma Sibayak : 915 m dpl, koordinat : N 02 53’ 31.5” E 098 31’ 20.4

– Beda ketinggian: 511 meter.

– Jarak: 1.80 km

Bagaimana menuju ke Tongging?

Untuk menjangkau desa Tongging gampang aja kok. Dari Medan tinggal numpang BTN alias Bintang Tapian Nauli, dengan modal 25 ribu saja sepanjang jalan anda juga bisa merasakan sensasi naik angkutan khas Medan. Mulai duduk berdesakan di di dalam hingga duduk di atas atap bersama barang-barang bawaan penumpang, seperti tas hingga lemari. Hmmm, kebayang kan serunya?

Oh iya, di Tongging, ga cuman bukit Mauli saja yang bisa dijadikan tempat launching, bukit simalem apalagi bukit si piso-piso yang jauh lebih tinggi sangat bagus untuk lokasi penerbangan. Dengan beda ketinggian antara launching dan landing hampir 1000 meter  membuat penerbangan dari bukit sipiso-piso tentunya menjadi lebih mengasyikan namun sayang, saat kami mencoba ke sana, akses menuju lokasi tak dapat dilalui, licin karena semalam habis diguyur hujan.

Kampung Silahi Sabungan, Kampung Asal Muasal Marga Silalahi

Tak jauh dari desa Tongging, ada sebuah kampung bernama Silalahi. Terletak di kecamatan Silahi Sabungan, desa di pesisir danau Toba ini disebut-sebut sebagai tempat asal muasalnya orang batak bermarga Silalahi.

Untuk menghormati nenek moyang mereka, anak cucu bermarga Silalahi membangun tugu Silahi Sabungan. isinya tak hanya berhiaskan relief dan ukiran tentang kehidupan nenek moyang Silalahi ketika merintis hidup di pesisir danau Toba, dibawah bangunan ini juga terdapat tulang dan sisa peninggalan nenek moyang Silalahi.

Sebuah kejutan, ketika saya berkunjung ke kampung ini, tetua adat dan raja-raja turpuk melakukan upacara “mangulosi” atau memberikan ulos sebagai tanda bahwa saya menjadi bagian keluarga mereka. Dengan ulos itu secara otomatis saya pun berhak menyandang marga Silalahi, menjadi “zazang Silalahi”.

Oh iya, ngomong-ngomong soal ulos, kalo anda mencari ulos murah langsung dari perajinnya, ya di kampung silalahi ini salah satu tempatnya. Selain bertani, kaum ibu di kampung silalahi banyak menggantungkan hidup dengan membuat ulos. Motif ulos karo dan ulos Silalahi menjadi ciri khasnya.

Mau cari hidangan kambing muda bakar yang empuk banget Kambing Batibul Sindbad Resto, bahkan disenggol dengan sendok saja dagingnya sudah pisah dari tulang? Yuk, mungkin anda perlu datang ke Sindbad Restaurant di kawasan KS Tubun Jakarta Barat.

Kambing Batibul sindbad resto


Kemarin, saya dan kawan kawan datang ke Sindbad Resto, resto khas Timur Tengah khususnya dari Yaman Saudi Arabiah. Wah luar biasa, kami memesan Khuzi Fahat Mashwi. Ini adalah makanan yang terbuat dari kambing muda yang dibumbu terus di bakar. Wow, ini sungguh sajian yang sangat luar biasa. Karena daging kambingnya benar benar empuk, bahkan disenggol dengan sendok saja, langsung terpisah daging dari tulangnya.
Rasanya pun, asam manis yang cukup membuat gairah makan bertambah. Jadi, kambing ini sendiri dapat seempuk ini karena menggunakan kambing muda yang masih berusia 3 bulanan. Hm… begini, bisa anda bayangkan, paha kambingnya yang utuh tak lebih besar dari piring saji, atau kira kira hampir sama dengan ukuran paha bebek. Kecil sekali bukan? Penggunaan daging muda inilah disebut sebut Bu Firjah, pengelola Sinbad Resto ini, sebagai rahasia kelezatan kambing bakarnya.


Kambing Batibul Sindbad  Fine Dinning Resto


Ketika saya rasa di lidah, wow … ternyata memang benar empuk karena menggunakan kambing muda segar. Saya sebut demikian karena saya dapat menemukan rasa juicy kambing yang tak mungkin di dapat jika dia telah melalui proses perebusan. Benar benar luar biasa. Soal bumbu sendiri, tampaknya daging kambing ini dibalur dengan tomat segar yang dihancurkan, lalu ditambah dengan gurih manis bawang bombai, ketumbar, lada hitam dan garam. Mantab sekali.
Kemudian datang pesanan selanjutnya yang merupakan menu spesial resto ini. Reeyass. Di sebut spesial karena dalam sehari stoknya sangat terbatas, jika dalam sehari Sinbad memotong 7 kambing, maka makanan ini dalam sehari hanya menyajikan 7 porsi. Untung hari itu saya masih mendapatkan Reeyass. Reeyass sendiri adalah bagian iga kambing. Namun iga kambing yang ada disini adalah iga anak kambing, sehingga ukurannya tak hanya kecil namun dagingnya juga sangat empuk.
Bumbunya sederhana, hanya ketumbar, garam dan lada hitam. Namun mayonaise – nya luar biasa. Mayonaise bawang putih ini memiliki manis yang sangat lembut dan tidak ada jejak bau bawang, yang tersisa dari campuran bawangnya hanyalah rasa gurih. Hm… jadi, daging yang empuk dan agak asin ini, begitu di cocol dengan mayonaise bawangnya, wow .. dijamin makan seporsi, kurang.
Syawerma Laham
Sudah 2 menu bernuansa daging kambing, sekarang datang pesanan bernama Akda Dujaj. Yaitu menu yang tampilannya full of kentang goreng sementara dagingnya sendiri bersembunyi di dalam serakan sang kentang. Dujaj ini bahasa Indonesianya, ayam. Ya, ayam goreng yang kemudian di tutupi oleh serakan kentang goreng yang tampaknya ditumis dengan buah tomat segar, bawang bombay dan masih banyak bumbu lainnya.
Usai makan kenyang, kami pun masih membungkus yang namanya Syawerma. Sejenis kebab yang mana kita bisa memilih mau ayam atau kambing. Ditemani kentang, wow syawerma ini sudah membuat perut kenyang. Ya, beginilah hidangan pembuka orang Arab; porsi besar dan bagi saya sudah merupakan makanan berat.
Menikmati Syaerma ini tampak sangat cocok dengan minuman jus kurma yang terbuat asli dari buah kurma dan susu sapi segar. Rasanya? Benar benar membuat orang ingin kembali lagi.
Oya, jangan heran, kalau kesini 80% pengunjungnya orang Arab Asli yang intip dengar omong-nya menggunakan bahasa Arab. Maka, Untuk mengimbangi jumlah pelanggan yang mayoritas berbahasa Arab, maka karyawan pun hampir semua fasih bahasa Arab.
Soal harga, untuk ukuran sebuah resto Fine Dinning, tergolong sangat terjangkau. Harga bekisar dari 30 ribu – 70 ribuan perporsi.

Oh my God … naek bukit aja gak pernah, ini kok naek gunung semeru ??? Ya sudahlah tugas kantor musti aku yang berangkat … dan ternyata benarlah dugaanku … kawan kawan yang ikut menyertai dan membantu tanpa pamrih pada bengong mendengar ceritaku yang sama sekali nggak pernah naik gunung dan tiba tiba langsung begitu saja tanpa pelatihan fisik dan pengetahuan tentang gunung, main naek ke semeru.

puncak gunung semeru

Semula semua berjalan lancar … ranu pane, ranu kumbolo, kalimati, arcopodo… semua terlewati dengan mudah tralala … ya pastinya karena dorongan dari tim (mas tata, mas eko, mas chaidar, terutama mbak senny) dan bantuan dari teman pecinta alam TRAMP yang baik hati membawakan tas dan memasakkan makanan penuh gizi sepanjang hari, sehari 3 kali. Thaaaaanks berat.

Tapiiii begitu batas vegetasi … ow my God!!!! Sejauh mata memandang yang terlihat hanya pasir dan batu kerikil (bekas letusan semeru) …. Yoooi … jaraknya hingga ke puncak sih cuma 700 meteran … tapi men, 700 meter yang tanjakannya 75 – 80 derajat menukik. Ditambah pula medan pasir … walaah naek 5 langkah melorot 2 langkah… ha ha ha (mbah surip ketawa dah – gak mau disebut almarhum ah, karena jiwanya kan masih ada dihati kami)

Ampyuuuuun!!! 300 meter berlalu, air mata menetes sedikit, tiiiis … sambil bergumam dalam hati, “Bego banget, mau maunya aku disuruh kesini” … sambil paru paru memukul jantung … dug dug … beleduk … tapiii, malu ah kalau nyerah, karena mbak senny yang lagi sakit perut aja udah meninggalkanku sekitar 50 meter diatas. Yuuuuk mariii

Sambil dituntun teman dari TRAMP, 400 meter terlampaui … mak persediaan air habiiiiis!!! Sementara kerongkongan isinya udah debu semua … tiiiis … sekali lagi nangis sambil menghibur diri sok menatap keindahan tengger dari atas. Dan kalau ada yang bisa mendengarkan isi hatiku tuh, isinya begini, “Sial, kan harusnya yang kesini bukan aku!!! Iiiih,… mau maunya aku ke semeru”

500 meter akhirnya. Tapiiii kaki ini sudah enggak kuat. Tenggorokan mulai butuh air dan perut butuh makanan. Tiiiis … sekali lagi air mata menetes … hik hik sambil sesegukan, aku coba menghibur diri, “Yaaa… ayo bertahan… dikiiiit lagi kurang 50 meter doang nih”. Tapiiii,… kerongkonganku bener bener butuh air … dan thanks banget mas eko!!! Sekaleng susu beruang diberikan padaku utuh (padahal mas eko juga haus, tapi ia menyuruhku menghabiskan bersama mbak senny, dia gak mau… hiks mas eko berkorban buat aku) … sekali lagi aku terharu … disana susah, dia masih mau memberi yang ia sebetulnya juga sangat butuhkan.

Indahnya Pemandangan menuju ke Puncak Gunung Semeru

Tapi meski sudah menengak separoh kaleng susu beruang … sampailah juga aku dititik kaki sudah tak bisa diangkat lagi untuk melalui tanjakan naek 5 langkah melorot 2 langkah itu … yaaa salah satu faktornya, karena di semeru kita dikejar waktu … saat itu sudah pukul 09.30 … padahal pukul 10.00 gunung harus sudah bersih dari manusia, karena dikuatirkan gas beracun akan keluar pada jam tersebut.

So … aku menetapkan hati di titik itu “Aku nggak sanggup” … hik hik hik Di titik ini aku justru teringat akan novel sejati ‘Sky Burial’ tulisan Xin Ran. “Ow… ternyata seperti ini ya berada di padang pasir tanpa air dan tanpa tenaga” … aku pun makin kagum dengan ketegaran hati dari lakon utama novel yang diangkat dari kisah nyata itu.

Ya…. Memang sih kelihatannya cuma 50 meter … tapi tau nggak sih, dalam kondisi seperti ini 10 meter harus kutempuh dalam waktu 7 – 10 menit … jadi sudah enggak mungkin aku nyampai puncak dalam waktu 20 menit dan turun dalam 10 menit???

Karena kenyataannya, buat aku yang betul betul sudah kehabisan tenaga, turun sama beratnya dengan naik, bahkan bisa disebut lebih berbahaya. Sedikit gelundung (menggelinding), bisa saja terus gelundung tanpa arah dan akhirnya masuk jurang atau kebentur batu, JEDAAAAG!!! Teman teman yang sudah tidak tega melihatku dengan segala kerelaan menungguku yang berjalan lebih lambat dari keong.

Gunung Semeru mengajariku arti kata ‘Teman dan Jangan Menyerah’

3 kali aku mengucapkan pada andri teman dari TRAMP yang menjagaku itu, “Bolehkan aku nyerah?” … uuum … bener bener gak kuat … pantas yach banyak yang meninggal di semeru … ya karena memang tidak boleh ada kata menyerah disini …

Setiap kali aku mengucapkan kata kata itu, Andri menatapku seolah ingin menghantarkan energinya yang masih tersisa, “Sudah, kalau cape, istirahat dulu. Aku akan tunggu kamu sampai kamu siap melangkah lagi”. “Tapi aku sudah nggak kuat, bener”, jawabku putus asa dan berharap tidak merepotkan orang lain. Sungguh saat itu yang ada dipikiranku cuma, “Habis sudah, ini adalah hari terakhir kehidupanku”. Suweeeer, bener bener sudah nggak kuat.

Bisa dibayangkan. Saat itu aku berada diketinggian gunung semeru 3550 mdpl, itu artinya lebih dekat dengan matahari daripada di Surabaya. Panas banget karena dimana mana cuma pasir nggak ada pohon untuk berteduh. Ditambah, kerongkongan ini udah lengket, isinya pasir doang. Perut? apalagi? aku ini manusia cepat lapar, lapaar sekali. Diperparah pula dengan tenaga yang benar benar sudah di titik Nol. Kaki letoy, tangan lemas, mata mblaus (berkunang kunang).

Selain kata menyerah dan lebih dekat dengan kematian, harapanku hanya 1 dan itu sangat mustahil, “Andai helikopter bisa datang kemari, akan aku sewa dengan berapa tahun pun gajiku dan setelah ini sungguh aku nggak akan pernah mau naik Gunung tanpa persiapan. Mau itu yang nyuruh adalah The Big Bos atau ada si doi yang menawan hati terus mengajak berdua kesana … aaaagh makan tuh gunung. Aku mending di rumah aja nonton TV”.

Pelan… pelan … dan sangat pelan namun pasti. Andri terus memberiku dorongan dan membiarkan aku menggelindingkan tubuhku yang sudah tidak bertenaga, sementara dia seperti pemain ice hockey yang telah siap dengan stik nya mengejar lalu memberhentikan puck yang melesak kencang dan mengarahkannya ke tujuan sebenarnya, gawang.

Akhirnya, sampai juga ke bagian yang hijau. Setidaknya disini udara mulai sejuk karena banyak pohon rindang dan oksigen. Thanks God hanya itu yang terucap dari hatiku dan Thanks Andri merupakan satu satunya kata yang mampu kuucapkan. Akhirnya aku selamat sampai ke Kalimati, teruuuus turun sampai juga ke Ranu Pane dan bersiap untuk pulang ke Surabaya. Meski merupakan pengalaman yang menyeramkan, di ujung maut.

Indahnya negeri di atas awan, danau dan salju di Ranu Kumbolo

Tapi, pelajaran kudapat disini, jika kita putus asa, jangan menyerah, minimal tetaplah bertahan dan dalam hidup ini carilah teman yang bisa memberimu semangat, carilah lingkungan yang bisa membuatmu maju. Karena teman dan lingkungan benar benar berpengaruh terhadap jalan hidupmu kelak.

Coba, yang mendampingi aku bukan seseorang bermental seperti Andri, mungkin aku sudah ‘lewat’. Karena saat itu kondisiku benar benar habis. Nah dari sini pula aku bisa cerita apa aja sih yang menarik dari pendakian semeru?

Yang Menarik dari Perjalanan menuju Ke Puncak Mahameru

1. Selama Perjalanan dari Ranu Pane hingga Kalimati, pemandangan sangat indah.

2. Rasa Persaudaraan terpupuk

3. Merasakan jadi Bule sejenak, bobok dengan tenda diselimuti es (di Ranu Kumbolo dingin sekali, sampai sampai terdapat semacam salju … sebetulnya sih embun yang membeku). Dingiiiiiiin banget

4. Merasakan makan khas suku Tengger yang nyam nyam banget, enak

Yang Mesti dilakukan sebelum Naik ke Puncak Mahameru

1. Naik Gunung yang lebih kecil terlebih dahulu (latihan)

2. Latihan Fisik paling nggak jogging setiap pagi selama 2 bulan

3. Bawa Baju yang Hangat dan Sleeping Bag yang hangat, kalau bisa dari bulu angsa

4. Bawa Madu dan makanan mengenyangkan namun tidak besar atau tidak berat untuk dibawa

5. Bawa Tissue Basah dan Tissue Kering

6. Gunakan sepatu yang kuat/ memang untuk pendakian

7. Pisau lipat juga sewaktu waktu dibutuhkan dan senter/ sentolop (bahasa Jawa) jangan pernah lupa + dengan baterainya

8. Kamera foto dong buat narsis narsisan heheheee

Halo guys kali ini aku bakal review beberapa Kuliner Sop Buntut IGA Konro JAKARTA yang paling top dan populer di kalangan penikmat kuliner sop yang menggiurkan. Pengalaman ini aku rangkum buat kamu yang mau tau referensi menikmati kuliner dengan daging dan kuah yang sungguh menggiurkan.

kuliner sop iga buntut Jakarta

Kuliner Sop buntut cut mutia. Jl.Menteng Kecil I Jakarta Pusat.

Niiii daging buntutnya, walaaaah empuuuuuk setengah jaman. Dagingnya masih kemerah – merahan gitu, tampilan yang segar … begitu digigit sari pati daging itu langsung melekat erat dilidah … apalagi dagingnya gendut gendut, jadinya guriiiih kres kres enak banget. Rekomendasi banget deee sop buntut yang satu ini. Meski warungnya keciiiil begini bahkan persisnya mepet tembok sebelah, banyak menteri yang langganan di sini looo, tapi aku lupa sapa aja. Yaaa meski aku kurang setuju dengan standart kuahnya yang menurutku terlalu asin. Tapiiii ini bukan masalah, karena dagingnya ueeenak dan begitu kuahnya di sepyur ke nasi yang tentunya tawar, jadi enggak terlalu asin kok…. Mantaaaab. Um, lupa kalau gak salah harganya 23 ribuan seporsi.

Dapur Buntut. Jl. KH. Abdullah Syafei No 50D

Naaaa ini buat yang suka tantangan, boleh banget dicoba. Dan kalau denger nama caramel, jangan dibayangkan anda akan memakan sesuatu yang teramat manis, karena caramel nya justru berasa pedas, yuuuuk mari, pedas lada hitam. Jadi kalau makan buntut yang satu ini kayak lagi makan steak. Dagingnya empuuuuuk, apalagi kalau anda pesen yang tulang lunak. Waaaa ini beneran aku gak bohong, tulangnya bener bener bisa dimakan. Waktu makan itu, mangkukku bener bener bersih, karena kuahnya juga lumayan enak buat diseruput gitu aja. Harga sekitar 23 ribuan juga.

Kuliner Sop buntut Borobudur. Pujasera Pasaraya Blok M dan Hotel Borobudur

Sop ini sebenernya enak banget, tapi harganya itu looo … mahal booo, waktu itu aku makan yang di pasar raya blok M, habis sekitar 70 ribuan (sop, nasi dan teh botol). Tapi dagingnya emang mantab, kuahnya juga enyak … yaaaa buat yang lagi lebih duit, boleh laaah hehehee.. sop buntut Borobudur ini juga menjadi kesukaannya bos bos dan aparatur Negara yang berduit tebaaal. Yang pasti makan di Buntut Borobudur, nggak akan kecewa dengan rasa, enaaaak banget!!!

RUMAH MAKAN BERKAH MPOK ATIK. Jl. Jeruk purut no 22 – Jakarta selatan.

Waaaa penggila sop daging, harus kesini. Uuuueeenak gila. Okenya lagi, mpok atik ini memasak sama sekali enggak pake msg, jadi sehat gitu deee ceritanya. Buat aku, aku suka makan disini karena dagingnya jumbo gila, empuk edan, gurih asik dan kuahnya bikin badan jadi seger!!!! Kaldu sapinya itu looo gak nahan… ringan yang membuat aku selalu menyeruput kuahnya sampe mangkuk bersih. Dagingnya juga warnanya masih seger gitu masih kemerah – merahan. Oya, kalau kesini jangan pas makan siang deeee… rame banget, apalagi kalau habis sholat jumat (lokasinya disebelah masjid gedung ratu prabu situ) waduuuuuu bisa ngantri…. Tapi meski ngatri, gak terlalu lama sih, karena selain pelayanan cepet, orang orang yang makan mayoritas adalah pekerja yang kudu balik karena pekerjaan udah menanti di kantor.

SOP SUM SUM BLORA REMAJA. JL. Panglima polim raya 62 blok a Jakarta selatan

Satu lagi sop unik yang asyik. Jadi kalau makan sum sum biasanya tinggal nyedok, laaa yang ini beda. Jadi makannya pake sedotan. Langsung dari tulang sum sum kambingnya. Soal rasa??? Jangan Tanya deeee… mantab. Meski kambing, tapi sama sekali gak ada bau prengus. Yaaa mungkin karena bumbunya tepat dan pengolahan juga benar. Oya tapi kalau pengen makan sop sum sum nya, lebih baik datangnya jangan malam malam. Karena cepet habis. Yaaa kalau udah habis, paling pilihan lainnya ya sate dan sop kambing tanpa sumsum… seporsi kelezataannya hanya diharga 10 ribu rupiah.

SOP DAN SATE KIM TEK. Jl arteri kelapa dua no 64H Jakarta barat.

Ini dia sate langganannya trah cendana, khususnya pak bambang tri dan mbak mayang sari kalau ke Jakarta. Pilihannya beragam banget euy. Semua bagian kambing dijadikan sate disini. Ada sate torpedo, usus bahkan sate buntut kambing. Waktu itu aku nyobain, edaaaan … satenya enak banget. Baru kali ini saya makan sate sampe mabok. (mabok beneran, kepala pusing sampe ngeliat benda itu ada dua semuanya, demikian juga dengan ke 3 kawannya lainnya yang juga ikut makan). Siiiip… Wallllaaaah kita pada celeng too … sampe sampe kawan aku yang tukang ngeganja bilang “aduuuu ini lebih oke dari cimeng … gileee pusing banget” (untung sekarang dia udah gak nyimeng lagi, mungkin udah ketemu sama yang lebih dahyat kali yach hahaa).

Luar biasa… begini yach kalau makan kambing yang bener bener berkualitas dan pilihan, dikit aja, langsung celeeeng…. Tapi ueeeenak… kuah sopnya juga sueger … seger bin mantab, penyuka kambing tampaknya mesti kemari. yaaa kalau gak enak mana bisa jadi langganan orang orang gede termasuk pak bambang tri toooo???

KULINER SOP IGA di WARUNG ANGLO, Jl. Bulungan 26 Kebayoran Jakarta Selatan.

Ini juga merupakan salah satu rumah makan yang menyediakan Sop Iga yang menurutku enak … pertama tentu karena dagingnya empuuuuuks banget … kedua kuahnya seger ada tomat chung nya loo, jadi tambah seger … dan ketiga nggak terlalu asin, jadi penikmat masakan asin tinggal tambah sedikit garam dan jeruk, sedangkan yang gak suka asin pun bisa makan …